Selasa, 04 Desember 2007
kontek
Enterpreneurship
arti dari enterpreneur ini adalah seseorang menentukan sesuatunya dengan segala rencana yang dibuat, dan dapat mengestimasi waktu yang diperlukan dalam menjalaninya.
Dalam menjalani tugasnya, seorang enterpreneur harus bertindak tanpa ragu, sebab jika ragu, akan menimbulkan kebimbangan yang akan mempengaruhi hasil kita. akan tetapi tetap harus memikirkan resikonya, bukan asal bertindak saja
seorang enterpreneur harus dapat memahami bisnis juga. bisnis yang berbasis pada pengetahuan meliputi
-->ilmu pengetahuan
-->teknologi
-->bisnis
-->industri
Orang sukses dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
1. Oportunis, orang yang dapat melihat kesempatan,dan mengambil kesempatan itu baik-baik
2.Profesional, orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang hebat, dan mendapat bayaran tinggi
3.Entreprenuer, orang yang membuka usaha/lapangan kerja dengan jerih payah sendiri
akan tetapi sebetulnya poin kedua tidak begitu benar, karena seorang enterpreneur tidak memerlukan bayaran, melainkan kepuasan atas hasil besar yang telah diperolehnya.
seorang enterpreneurship yang mengalami kegagalan adalah suatu hal yang mutlak. Dalam menghadapai kegagalan itu, hendaklah dipikirkan secara positif dan diambil hikmahnya, agar kita dapat lebih baik dari sebelumnya. hal tersebut adalah dasar dalam menjalankan enterpreneurship.
Rabu, 07 November 2007
Summary bab 6
Bab 6 ini kebanyakan ngebahas tentang angka ya. kita udah belajar angka dari SD, atau mungkin dari Tk kita udah ngenal angka. nah, makin ke atas jenjang pendidikan kita, makin kompleks saja hal hal yang berhubungan dengan angka yang harus kita pelajari..contohnya jika sewaktu Sd kita belajar 1+1=2, sewaktu kuliah kita sudah belajar d(x+1) / dx = 1, haha...
akan tetapi menurut saya, sedikit sekali dari hal hal yang kita pelajari sewaktu kuliah akan dipakai pada kehidupan nyata kita. hanya sedikit profesi yang mengharuskan kita menguasai hal hal seperti itu. semakin ke atas, kita belajar menghitung dengan berbagai macam pedekatan, tidak harus exact hasilnya kecuali untuk beberaapa bidang.. nah, karena adanya pendekatan pendekatan seperti itu (approksimasi) maka mungkin ada baiknya jika mempelajari sedikit tentang approksimasi yang akan saya jelaskan berikut..
Analisa Kesalahan Sederhana
Dalam praktikum kimia atau fisika yang kita jalani sehari hari, kita jarang sekali mendapatkan hasil yag mutlak, malahan hampir tidak pernah.. kesalahan yag mturut mempengaruhi hal itu bayak sekali..nah dalam hal ini, ada beberapa bahasa yang digunakan, contohya
>>Akurat: Menghasilkan nilai kebenaran
>>Presisi: Membuahkan hasil yang sama dalam tiap pengukuran
>>Kesalahan sistematis: Kesalahan dalam proses pengukuran
>>Kesalahan acak: Kesalahan lain di luar kesalahan sistematis
>>Ketidakpastian: Nilai yang menunjukkan ketidakpresisian perhitungan
>>Kesalahan: Perbedaan antara nilai yang di dapat dengan nilai sebernarnya
bahasa bahsa seperti itu biasa digunakan dalam analisis analisis laboratorium
Angka Penting
apa ya angka penting itu?? yang pasti artinya tidak begitu sesuai denga namanya. angka penting itu adalah angka yang kita dapatkan setelah kita melakukan pembulatan dari angka yang seharusnya kita dapatkan. sebagai contohnya, jika setelah menggunakan kalkulator saya mendapatkan angka 23,16573, maka hasil yag umum diambil adalah 23,17. berikut terdapat beberapa aturan dalam mengambil angka penting
>>Format penulisan angka dalam bentuk baku
>>Pemulatan angka penting dilakukan di hasil akhir pengoperasian
>>angka penting adalah 2 angka di belakang koma
>>Angka 5-9 dibulatkan ke atas, angka 1-4 dibulatkan ke bawah
>>Dalam pengalian atau pembagian, hasil akhir pelaporan menggunakan jumlah angka penting paling sedikit dari komponen yang dioperasikan
Begitu cara mendapatkan angka penting. jadi lain kali kita menghadapi suatu angka rumit yang mengesalkan, kita dapat mengompresinya menjadi angka penting
Senin, 01 Oktober 2007
kontek
tugas resume yang harus kita rangkum adalah bab 3. Bab 3 ini kita membahas tentang masalah yang sering dialami dalam hiup kita. dalam hidup ini kita pasti akan menghadapi masalah. akan tetapi belum tentu kita dapat menghadapi masalah itu. tanpa perhitungan dan sistematik yang runtut, kita akan sulit menyelesaikan masalah itu. dalam menyelesaikan masalah itu, kita mengenal adanya pendekatan penyelesaian masalah. Cara inilah yang dibahas pada bab 3.
cara penyelesaian masalah ini terbagi atas 5 bagian yang runtut, yaitu
1. identifikasi masalah
dasar dari semua dasar yang harus dilalui dalam penyelesaian masalah adalah bagaimana memahami permasalahan itu. apabila kita sudah tidak dapat memahami masalahnya, bagaimana kita akan menyelesaikan masalah itu? biasanya kita akan mempunyai dugaan tentag apa yang terjadi. setelah itu kita akan memahami inti maslaah yang kita hadapi.
2. sintesis
sintesis adalah proses penggabungan satu atau beberapa analisis, bukti atau dugaan menjadi suatu serangkaian hubungan. sintesis ini sangat diperlukan dalam pemecahan masalah, sebab jika tidak, kita tidak akan dapat melihat hubungan satu sama lain, dan tidak akan pernah tercapai target kita. bisa dianggap ini sebagai puzzle yang harus disusun sedemikian rupa sehingga tercipta suatu susunan yang bersinergi satu sama lain.
3. analisis
setelah kita berhasil menyusun puzzle yang harus dipecahkan, kita harus dapat menganalisis apa yang kita dapatkan. tidak ada artinya kita dapat mensintesis masalah tapi tidak dapat menyelesaikannya. ibaratnya seperti kita menemukan sebuah koin emas, tetapi kita tidak tahu harus diapakan koin itu. bagian ini merupakan kunci untuk menyelesaikan masalah kita. tanpa bagian ini, masalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.
4.aplikasi
aplikasi adalah tahapan dimana kita menerapkan analisis yang telah kita buat tadi, yang telah tersusun sedemikian rupa sehingga mempunyai hubungan satu sama lain. tahapan ini merupakan uji coba keberhasilan kita dalam menyelesaikan suatu masalah.
5. comphrension.
tahapan inilah yang merupakan hasil final dari cara anda. dalam tahapan ini anda akan menilai apakah pekerjaan yang anda lakukan itu benar atau salah, baik atau tidak, dan segala resikonya. apabila anda menemukan kesalahan atau kegagalan dalam tahapan ini, mungkin itu salah satu jalan yang harus anda tempuh untuk menjadi lebih baik. tidak semua orang langsung berhasil pada percobaan pertama, tapi latihan terus menerus itulah yang akan membuahkan hasil nantinya.
menurut saya sekian saja resume yang dapat saya buat untuk tugas saya kali ini.bila ada kata2 yang salah, saya mohon maaf...
makasi...
kontek
tugas kontek ke 4 ini kita disuruh untuk mengukur diameter bulan. misalkan kita sedang melihat bulan, dan ukur bulan dengan jari jempol dan telunjuk kita..jarak antara jempol dan telunjuk kita itu merupakan diameter bulan. yang Kita ketahui yaitu jarak antara tangan dengan mata kita, jarak antara jari kita, dan jarak antara bumi dan bulan yang diperkirakan sejauh 300000 km.. (maap pak ga ada gambar, bis ga bisa buatnya)
dengan menggunakan kesebangunan (semoga orang dulu sudah mengenal teknik menghitung dengan cara seperti ini)
jarak antara mata kita dengan tangan = 1/2 jarak antar tangan
jarak antara mata kita dengan tangan +jarak bumi bulan 1/2 diameter bulan
apabila jarak antar tangan kita saat melihat bulan 1.5 cm = 0.0000150 km
jarak antar mata denagn tangan kita itu 50 cm = 0.0005 km
jarak antar bumi dengan 300000km
maka 0.0005 = 0.0000075
0.0005+300000 1/2 D
1/2 D = 1615
D = 3230 km
kurang lebih gitu..
menurut pengamatan dan perhitungan yang sistematis, diameter bulan yang sebenarnya adalah skitar 3500 km, jadi hasilnya ga begitu beda jauh ama yang sebenarnya..
Selasa, 18 September 2007
kontek
Pelajaran kontek hari ini (18 September) yaitu kuliah bersama. Kuliah ini diadakan di aula barat gedung FTSL. semua anak STEI 2007 mengikuti kuliah umum ini yang dipimpin oleh Bapak Budi Rahardjo dan dosen fakultas hukum unpad, tapi saya lupa namanya, yang saya ingat dia lulusan amerika..
Kuliah umum ini membahas tentang hak kekayaan intelektual, yang antara lain membahas tentang copyrights, hak paten dan lain2. Kuliah ini dibuka dengan pengenalan dosen unpad tersebut oleh Bapak Budi Rahardjo. setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan tentang globalisasi yang diklasifikasikan ke dalam 3 bagian, dimulai dari tahun ...-1800, 1800-2000, dan terakhir 2000-... Di sini diperlihatkan perbedaan antara pengertian globalisasi menurut tahun tahun tersebut oleh dosen itu. Setelah itu dijelaskan tentang copyrights, yaitu tentang hak penulis untuk mendapatkan bagian dari kuntungan. Dia memberi contoh yang sangat umum yaitu ring back tone pada ponsel kita. apabila 1000 orang saja di Indonesia sudah menggunakan ringback tone, maka pencitpta (komposer) sudah mendapatkan untung banyak.
kalau saya tidak salah ingat, hal terakhir yang saya dengar yaitu tentang copy rights. Setelah itu saya ketiduran entah berapa lama, mungkin karena saya agak bosan mendengar pembicaraan yang tidak begitu saya suka. Dan sesaat saya sadar, sudah mulai ada yang bertanya dan maju ke depan. Pertanyaan yang diajukan umumnya adalah masalah copyrights, dan beberapa pertanyaan juga melibatkan sebuah kasus. Setelah kurang lebih 3 atau 4 orang bertanya, bapak Budi mempersilahkan dosen unpad tersebut untuk mengakhri acara. Dosen itu lalu memberikan closing dan diakhiri degan tepuk tangan.
Itulah kurang lebih rangkuman saya pada saat saya mengikuti kuliah umum.. maap kalo saya ketiduran di tengah jalan, habis bapak budi sendiri juga bilang kalo kita boleh tidur, hehe..
Oke, itu aja de..maksi atas perhatiannya..
kontek
Misalkan lingkungan di sekitar ganesha itu awalnya tenang dan tentram. Lalu pada malam hari banyak sekali motor yang ngebut2an dan mengganggu ketenangan warga, pendapat saya sebagai seorang mahasiswa yang mempelajari sains yaitu membuat polisi tidur.
Cara penyelesaiannya dengan menggunakan 3 analisis, yaitu :
1. Analisis egoism
Menurut saya, pembuatan polisi tidur itu memang perlu dilakukan, sebab itu dapat membantu terciptanya keamanan dan ketentraman. Tentang kekurangan yang harus diambil, itu sudah menjadi resiko yang harus ditanggung. Kita tidak bisa enak terus kan??
2. Analisis utilitarianism
Dari data yang saya pelajari, keuntungan2 dari membuat polisi tidur adalah
Kecelakaan lebih mudah dihindari sebab sudah ada polisi tidur yang dibuat di jalan itu (51,43%) (10)
Orang orang yang ngebut bisa dikurangi (28,76%) (6)
Membuat keadaan sekitar lebih tenang (19,81%) (5)
Dan kekurangan kekurangan yang ditemukan yaitu
Biaya yang lumayan besar (15,34%) (8)
Tidak nyaman bagi pengguna kendaraan yang sopan ( 22,56%) (6)
Membuat macet pada siang hari (52,19%) (9)
Merusak mobil mobil pendek (sedan dan sebagainya ) ( 9,01%) (5)
Data data yang diperoleh, perhitungannya
Keuntungan : 51,43 x 10 = 514,3
28,76 x 6 = 172,56
19,81 x 5 = 99,05
Total 781,91
Kekurangan : 15,34 x 8 = 122,72
22,56 x 6 = 135,36
52,19 x 9 = 469,71
9,01 x 5 = 45,05
Total 773,84
Karena keuntungan lebih besar dari kekurangan, maka pembuatan polisi tidur dapat dilakukan.
Right analism
Bagi warga di sekitar pembuatan polisi tidur itu, mereka harus meluangkan sedikit dari panghasilannya untuk ikut menyumbang proyek ini. Itulah salah satu kewajiban yang harus dilakukan untuk ikut melancarkan proyek ini.